Jumat, 19 November 2010

Baptisan

Artikel : Baptisan Air dan kebenaran
penulis : Rollie Igir (founder IFS)


Baptisan air merupakan hal yang sering diperdebatkan.dan sampai saat ini banyak gerakan-gerakan yang begitu ngotot membenarkan model pembaptisan mereka. apakah ada cara baptisan yang lebih tepat?
memahami baptisan secara praktis memerlukan peninjauan secara praktis mengenai pengalaman-pengalaman tertentu didalam Alkitab tentang pernyataan-pernyataan Firman Tuhan tentang apa fungsi baptisan. jika tidak maka pemahaman kita tentang baptisan akan menjadi kacau balau dan semakin membuat orang lain bingung dan semakin membenarkan cara pembaptisan yang kita pake.

mari kita perhatikan terlebih dahulu apa istilah atau pengerian baptisan.

1.Pengertian Baptisan

Dalam bahasa yunani, kata 'Bapto' artinya bisa 'mencelupkan di dalam atau dibawah' atau bisa juga berarti mencelupkan bahan-bahan untuk memberi warna baru, sedangkan `'Baptizo' bisa berarti 'membenamkan', 'menenggelamkan' atau 'membinasakan.' Tetapi, baptizo juga bisa berarti 'masuk dibawah' atau 'dipengaruhi', dan dalam suasana helenisme juga diartikan sebagai 'mandi' atau 'mencuci.'
Perjanjian Lama

Dalam Perjanjian Lama, ada istilah 'Baptein' dalam LXX yang dalam bahasa Indonesianya adalah 'mencelupkan kakinya ke dalam air' (Yos.3:15), 'mencelupkan jari ke dalam darah itu' (Im.4:6,17), 'dimasukkan ke dalam air' (Im.11:32), dan Naaman 'membenamkan diri' ke sungai Yordan (2Raj.5:14).(dikutif dari artikel www.yabina.org)

Dalam PL, adat basuhan menunjukkan ritus 'penyucian' atau 'pengudusan', dan basuhan itu bukan lambang melainkan alat pengudusan itu sendiri. Jadi air itu dianggap mempunyai kekuatan magis untuk 'penyucian' sehingga seperti dalam kasus Naaman harus dilakukan sampai tujuh kali.(dikutip dari www.yabina.org)

istilah `dimasukkan,ditenggelamkan memang dapat memberi pengertian dari istilah baptisan. namun hal ini telah ditafsirkan oleh beberapa gerakan-gerakan baptisan selam sebagai bukti bahwa baptisan selam kedalam air lebih tepat atau lebih benar dan sah untuk melakukan upacara pembaptisan. benarkah?

hal tersebut hanyalah penafsiran yang tidak tiliti akan makna ditenggelamkan atau makna di masukan. apakah yang dimaksudkan dari ditenggelamkan atau dimasukkan kedalam air adalah mutlak kedalam air? apakah karna makna atau pengertian kata baptisan dari kata baptizo yang berarti dimasukan, maka itu berarti upacara pembaptisan adalah masukkan kedalam air?

mari kita lihat terlebih dahulu apa pengertian baptisan berdasarkan Elemen-elemen yang dipakai untuk memperoleh suatu hal yang berhubungan dengan baptisan.

2. Makna Baptisan berhubungan dengan Elemen apa yang dipakai sesuai dengan pengertian tentang baptisan itu sendiri yang berarti di masukan.

a. Pengertian makna Baptisan dari baptisan Yohanes.

Yohanes pembaptis membaptis orang-orang pada saat itu dengan menggunakan air. berhubungan dengan pengertian baptisan yang bisa berarti dimasukan, dimasukkan dibawah dll walaupun belum jelas apakah pengertian baptisan yang dilakukan Yohanes pembaptis adalah menenggelamkan, atau dimasukkan kedalam air secara utuh atau tidak. karena istilah keluar dari air bisa berarti dari `area` air. tapi kita tidak membahas tentang hal tersebut.
yang kita bahas adalah bahwa baptisan yang dilakukan Yohanes adalah baptisan memasukan (Baptizo) seseorang kedalam pengalaman tanda pertobatan atau lambang pertobatan dengan menggunakan air. apakah itu proses menenggelamkan atau mencuci bukan menjadi permasalahan baptisan Yohanes karena yang menjadi permasalahan adalah untuk apa mereka dibaptis dan menggunakan apa mereka dibaptis. dalam hal ini Elemen baptisan yang dilakukan Yohanes adalam Air yaitu dimasukan kedalam air atau dicuci dengan air sebagai lambang pertobatan. jikalau baptisan Yohanes menggunakan cara dimasukkan kedalam air itupun suatu pengalaman yang memasukkan kedalam air sebagai lambang pertobatan. sekali lagi Air hanya merupakan elemen yang dipakai Yohanes dalam melaksanakan upacara pembaptisan. apabila pengalaman yang digunakan oleh Yohanes pembaptis dalam membaptis menurut pengertian dimasukan kedalam air maka kalimatnya akan menjadi seprti ini " aku (membaptis/memasukkan)kamu kedalam Air sebagai tanda pertobatan..."(MAT.3:11) perhatikan bahwa Yohanes menggunakan air `mungkin` dengan cara dimasukan didalam air sebagai tanda pertobatan.tetapi pengertiannya tetap dimasukkan kedalam air sebagai lambang pertobatan. namun apakah pengalaman ini yang memiliki istilah dimasukan kedalam air adalah sama dengan perintah Tuhan Yesus kepada murid-muridnya pada saat pernyataan amanat agung dimana perintah baptisa berhubungan dengan pengalaman yang dilakukan oleh Yohanes yang berarti di masukan `kedalam AIR`???...
hal ini akan dibahas pada poin yang terakhir karena kita akan melihat makna baptisan yang lain sesuai dengan elemen yang di pakai. apakah sama dengan baptisan Yohanes?

b. Pengertian makna baptisan dari baptisan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus (baptisan Roh dan api)

Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.LUKAS 3:16

perhatikan hal ini dengan baik. Yohanes membaptis (memasukan) kedalam AIR sebagai lambang pertobatan.
bagaimana dengan baptisan Roh dan api.
Yesus Membaptis (memasukkan) seseorang kedalam ROH bukan air. dan istilah Api lebih mengarah kepada penyucian sehingga Yesus membaptis (memasukkan) seseorang kedalam pengalaman penyucian yang dilambangkan dengan API.
apakah ada perbedaan istilah baptisan yang berarti `dimasukkan kedalam` atau dicuci dengan` dari pengalaman Yohanes pembatis dengan pengalaman baptisan ayang dilakukan oleh Yesus Kristus? jawabannya `tidak` sebab baptisan Yohanes mungkin dimasukkan kedalam Air atau di cuci dengan air. namun Baptisan yang dilakukan oleh Yesus adalah dengan memasukan seseorang didalam Roh bukan air. jadi istilah baptisan Yohanes sudah berbeda jauh dengan istilah baptisan yang dilakukan oleh Yesus Kristus. Yohanes membabtis (memasukan) seseorang kedalam air sedangkan Yesus membaptis (memasukan) seseorang kedalam unsur Spiritualitas dan penyucian.
bagaimana dengan baptisan yang harus dijalankan oleh orang percaya pada masa perjanjian baru? apakah seperti pengalaman baptisan yang dilakukan Yohanes pembaptis, dimana membaptis (memasukkan) seseorang kedalam air, ataukah kedalam apa..?

c. Pengertian makna baptisan pada saat amanat Agung Yesus Kristus kepada murid-muridnya.

apakah makna baptisan yang diperintahkan Yesus kepada murid-muridnya mengarah mutlak kepada Elemen air dan pengalaman dimasukkan kedalam air? seperti yang dilakukan Yohanes?

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,Mat.28:19

jikalau Yohanes pembaptis membaptis dengan menggunakan air yang berarti dimasukan kedalam air sebagai lambang pertobatan. dan Yesus membaptis dengan menggunakan Roh dan Api sebagai lambang penyucian dengan cara memasukan seseorang kedalam Roh dan dalam penyucian.
maka, istilah yang ada didalam Matius 28:19 menyatakan "Baptislah (memasukan) mereka kedalam..." sangat berbeda dengan istilah pembaptisan Yohanes yaitu Membaptis (memasukkan) seseorang kedalam air.
jikalau Yohanes membaptis (memasukan) seseorang kedalam air. maka, perintah baptisan mengenai baptislah mereka dalam `nama Bapa dan Anak dan Roh kudus adalah membaptis (memasukkan) seseorang/mereka ~kedalam~ nama Bapa dan Anak dan Roh kudus..bukan makna kedalam air (walaupun lebih baik menggunakan air sebagai wadah pembaptisan) tetapi Elemen pembaptisan bukanlah mengarah kepada Air melainkan kepada atau kedalam nama Bapa dan Anak dan Rohkudus. lihat perbedaannya sangat jelas. Yohanes memasukan atau mencuci seseorang dengan menggunakan air maka Baptisan amanat agung adalah baptisan memasukkan seseorang bukan makna kedalam air melainkan memasukkan seseorang kedalam nama Allah Bapa dan Anak dan Roh Kudus.

ada juga istilah baptisan yang terjadi di zaman perjanjian lama yang dinyatakan melalui Rasul paulus.

Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut.Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut.1 korintus 10:1,2

istilah membaptis dalam awan dan dalam laut. bukan berarti mereka dibaptis atau dimasukkan kedalam awan atau dalam laut. ini berarti istilah baptisan tidak harus memiliki pengertian dimasukkan atau ditenggelamkan. jika itu pengertian mutlak maka apa yang terjadi pada saat bangsa israel sedang melintasi laut teberau dan langsung dimasukkan atau ditenggelamkan kedalam lau? saya yakin anda dapat menganalisanya.

ini berarti istilah baptisa begita banyak pengertian yang sangat mendalam.

kesimpulan.

1. baptisan air. tidak ada hubungan mutlak harus didalam air. karena bisa didalam air, bisa didalam Roh bisa didalam nama Allah Bapa dan Anak dan Roh Kudus sebagai lambang pemetraian nama Allah kepada seseorang. karena jika harus didalam air maka apa yang terjadi dengan bangsa Israel pada saat melintasi laut teberau?
2. kenapa disebut baptisan air? karena air dijadikan suatu wadah yang dipakai dalam upacara pembaptisan. apakah bisa menggunakan wadah lain selain air? jawabannya adalah wadah tidak menjadi hal yang mutlak. Air digunakan karena melambangkan Roh Kudus.
3. Baptisan Yohanes, Baptisan yang dilakukan Yesus, dan Baptisan amanat agung (baptisan orang percaya/gereja) memiliki elemen elemen yang berbeda.
baptisa Yohanes menggunakan Elemen Air dengan wadah air sebagai lambang pertobatan.
baptisan yang dilakukan Yesus menggunakan Elemen Roh dan api dengan Wadah Roh dan Api.sebagai pengalaman penyatuan Gereja atau Tubuh Kristus dan penyucian.
Baptisan Amanat agung / orang percaya menggunakan Elemen Nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. sebagai lambang pemetraian nama Allah Bapa dan Allah anak dan Allah Roh Kudus.

Hipnotis Vs Alkitab

HIPNOTISME
 

Beberapa waktu lalu, ketika membawakan ceramah Okultisme di gereja GKI-Bekasi timur, Jakarta, kakak penulis yang mantan majelis jemaat dan masih aktif melayani di gerejanya yang menantunya menjadi majelis jemaat di gereja itu, baru datang dari Surabaya dan ikut hadir. Ia menceritakan bahwa beberapa hari sebelumnya, ketika ia pergi ke mal, ia didatangi sepasang suami isteri yang dengan ramah menanyakan alamat gereja dimana mereka bisa menyumbang uang. Tanpa sadar ia dibawa naik taksi dan setelah sadar ia menyadari bahwa ia baru tertipu menarik uang 10 juta melalui ATM banknya. Baru-baru ini ketika membawakan ceramah Okultisme di gereja GKI-Kayu Putih, Jakarta, sejam sebelum dijemput, kakak isteri penulis yang isteri pendeta menilpon dan menceritakan bahwa ia baru saja pergi ke bank mengambil uang lalu datang orang menawarkan dolar dan tanpa sadar ia dibawa naik mobil dan diajak ke ATM yang lain dan setelah sadar ia menyadari bahwa saldo banknya sudah berkurang 10 juta pula.
Kedua kejadian ini bukan kebetulan karena memang menjadi pertanyaan yang sering diajukan dalam ceramah Okultisme, ini menunjukkan betapa praktek penipuan yang menggunakan tehnik hipnotis telah meluas dan tanpa pandang bulu, bahkan aktifis gereja dan isteri pendeta pun bisa tertipu. Kejadian yang sama tentu banyak terjadi menimpa orang-orang dan disurat kabar sering kita baca penipuan dengan modus operandi yang sama pula. Isteri penulis pun beberapa kali disapa orang tidak dikenal (kebanyakan di mal), tetapi semuanya ditolak sebelum terpengaruh. Jelas hipnotis disini digunakan untuk kejahatan. Apakah hipnotis itu dan apakah penyalah gunaannya serta merta mengharamkan praktek manipulasi kesadaran orang itu?
Dari berbagai sumber kita dapat membaca bahwa hipnotis adalah tehnik untuk menguasai kesadaran orang sehingga orang tersebut tanpa sadar akan menurut kalau diberi sugesti atau diperintah oleh yang menghipnotis. Sebenarnya hipnotis berasal dari akar kata yunani hypnos yang artinya tidur, dan memang biasa pasien dibuat tertidur dan dalam tidurnya pasien dapat diarahkan untuk melakukan sugesti/perintah orang yang menghipnotisnya. Namun, hipnotisme dalam perkembangannya tidak saja memanipulasi orang-orang yang dibuat tertidur atau mengalami trance tetapi juga dalam keadaan tidak tertidur tetapi kesadarannya tanpa sadar rentan akan pengaruh sugesti/perintah orang lain.
Praktek hipnotis sudah terjadi sepanjang umur manusia dan biasa dipraktekkan didunia okult dimana digunakan dalam praktek magis animisme baik untuk mengguna-guna orang atau untuk menyembuhkan orang. Secara terbuka baru hipnotis terkenal setelah Franz Anton Mesmer (1734-1815) menggunakannya dalam penyembuhan pasien. Karena ia menyebutkannya sebagai kekuatan okult yang disebutnya magnetisme binatang yang keluar dari yang menghipnotis kepada pasien, ia ditolak banyak kalangan, namun hipnotisme kemudian diidentikan dengan namanya Mesmerism. Kemudian James Braid (1795-1860) mempopulerkan hypnotism dan hypnosis dalam kedokteran.
Sigmund Freud (1856-1939) tertarik pada tehnik hipnosis dalam penyembuhan pasien neurotis kemudian menggunakannya dalam penyembuhan pasien-pasiennya, tetapi kegagalan dalam mempraktekkan hipnotisme dalam berbagai kasus dan berlandaskan kebebasan pasien, kemudian ia menolak hipnotisme digunakan dalam kedokteran. Namun, lambat laun praktek hipnotis digunakan dalam terapi psikologis maupun medis dengan catatan bahwa organisasi-organisasi kedokteran maupun kedokteran-jiwa dan ilmu jiwa mensyaratkan bahwa praktek ini hanya boleh dilakukan oleh terapis yang bertanggung jawab dan atas persetujuan pasien.
Para ahli sampai kini belum bisa merumuskan dengan seragam mengenai hakekat apa yang disebut hipnotisme itu karena penggunaannya yang sangat luas mencakup praktek magis okultisme (menyihir orang, mendatangkan malapetaka) sampai terapi psikologi sederhana (untuk menghentikan kebiasaan merokok, pusing yang berkelanjutan dll). Namun para ahli sepakat bahwa hipnotis tidak boleh digunakan untuk demo hiburan karena bisa disalah gunakan diluar proses penyembuhan pasien. Dalam praktek masakini dilapangan, hipnotisme sudah menjadi komoditi laris baik sebagai terapi maupun hiburan, bahkan mpenggunaannya untuk menipu orang makin luas terjadi dimasyarakat.
Biasanya dianggap bahwa proses hipnotis terjadi kalau ada kepercayaan tumbuh dari pasien kepada yang menghipnotis dan ia mau dihipnotis, dengan kata lain seseorang baru bisa dihipnotis kalau tidak bertentangan dengan kehendaknya secara sadar. Namun praktek sering menunjukkan gejala sebaliknya yaitu orang dihipnotis setelah kehilangan kesadaran dan kemauannya, dan dalam hal ini sekalipun pertahanan jiwa seseorang cukup kuat dan seyogyanya dapat menangkal sugesti hipnotis, pada umumnya pertahanan demikian rontok karena pasien tidak sadarkan diri.
Boleh tidak boleh, tehnik hipnotis sudah dipraktekkan meluas, termasuk hipnotis masal dalam latihan-latihan pengembangan diri sampai KKR kebangunan rohani yang dilakukan para penginjil tertentu. Biasanya tehnik yang digunakan adalah dengan membuat suasana gedung yang teduh dengan lampu digelapkan lalu diiringi musik yang ekstasis dan kesaksian yang mombastis tapi membius, jemaat dalam suasana demikian cenderung menurut apa yang diminta oleh para penginjil. Banyak kesaksian kesembuhan menghasilkan kekecewaan ketika penderita pulang kerumah dan sadar bahwa ternyata penyakitnya tidak sembuh. Ada jemaat yang tersihir kotbah yang fasih dan mengeluarkan cek di kantongnya dan memasukkan ke kantong persembahan. Setelah sadar ia menyesal karena cek itu seharusnya digunakan untuk membayar utangnya.
Kurt Kock yang membuat disertasi mengenai okultisme dan menulis banyak buku bertema itu, mengemukakan agar kita menjauhi praktek hipnotis karena praktek ini menghubungkan kita dengan dunia bawah sadar yang penuh misteri dan banyak hal bisa terjadi karenanya. Dalam bukunya Occult ABC (hlm. 95-100), ia mengemukakan beberapa praktek yang membahayakan. Seorang dokter berhasil menyembuhkan seorang wanita yang mengalami ilusi selalu melihat laba-laba disekitar dirinya. Melalui hipnotis ia terbebas dari ilusi itu tetapi sebaliknya ia menjadi pecandu alkohol yang ekstrim yang tidak bisa disembuhkan melalui tehnik hipnotis. Pengalaman ini dan pengalaman hipnoterapi lain yang dilakukannya menyadarkan dokter itu untuk tidak lagi mempraktekkan hipnotis terhadap pasiennya.
Seorang gadis di Tokyo mengikuti pertunjukan hipnotis dan sukarela menjadi pasien. Sesudah dihipnotis, ia tidak bisa disadarkan kembali, sehingga ia mengalami koma beberapa hari dan baru bisa disadarkan oleh beberapa ahli medis yang berusaha membangunkannya.  Seorang pemuda mengikuti pertunjukkan hipnotis dan secara sukarela menjadi pasiennya, tetapi setelah ia dibangunkan kembali ia sering mengalami mimpi buruh pada waktu tidur.  Seorang anak pendeta ketika kuliah di kota lain mengikuti pertunjukan hipnotis dan menjadi salah satu pasiennya. Ia sempat terhipnotis tetapi ketika dibangunkan ia tidak bisa sadar dan selama beberapa hari mengalami koma. Berkali-kali didoakan oleh orang tuanya tetapi tidak berhasil. Sekali waktu ayahnya sadar untuk menengking kuasa kegelapan dalam diri anaknya dalam nama Yesus, dan anak itu sembuh!
Mirin Dayo seorang ahli hipnotis dan spiritis Belanda selama 500 kali mendemonstrasikan pertunjukan bahwa ia tidak mati ditusuk pedang anggar. Ini bukan trik dan telah dibuktikan asli melalui pemotretan X-ray. Ketika ia melakukan pertunjukan di Swiss, orang-orang kristen disitu merasa bahwa ia mempraktekkan kuasa demonis dan berdoa selagi ia mendemonstrasikan kekebalannya itu. Alhasil pada praktek ke 501 ia meninggal dunia karena tusukan itu.
Para ahli yang sering mempraktekkan hipnotisme menyadari bahwa seseorang yang sudah pernah dihipnotis akan lebih mudah mengalami hipnotis kedua kalinya, karena itu Kurt Koch menganjurkan agar umat Kristen tidak bermain-main dengan praktek hipnotis, apakah itu digunakan untuk kebaikan dan kesembuhan apalagi kalau untuk kejahatan. Praktek hipnotis membawa seseorang untuk melongok jendela menuju realita supranatural yang penuh dengan misteri dimana sudah terbukti sering disusupi misteri okult bahkan sampai satanisme.
Menghadapi praktek hipnotis penipu yang sering merogoh ATM penderita, ada beberapa tips yang bisa dianjurkan, yaitu:
(1) Terutama wanita, usahakan tidak pergi sendirian ke tempat-tempat umum seperti mal;
(2) Jangan terlalu lugu menghadapi sapaan orang tidak dikenal, lebih baik menghindar daripada terlibat dialog yang berujung hipnotis;
(3) Jangan membiasakan membawa kartu ATM dengan saldo yang besar tetapi usahakan membawanya dengan saldo kecil yang cukup untuk belanja;  dan
(4) Pakailah perlengkapan senjata Allah agar dapat melawan tipu muslihat Iblis (Efesus 6:10-16).
Sekalipun ada manfaat praktek hipnotis bagi pengobatan tertentu seperti menghentikan kebiasaan merokok, menghilangkan sakit gigi, atau kesakitan dalam melahirkan bayi, namun karena praktek hipnotis dilakukan bukan karena kesadaran diri orang itu sendiri, biasanya ada efek sampingan dan berujung pada perilaku buatan. Adalah paling tepat kalau kita mengatasi perilaku buruk dan kesakitan maupun trauma menggunakan pengobatan alamiah yang wajar dan membawakan dalam doa dan pertobatan. Sebab sekali kita membuka jendela ke arah alam bawah sadar, berarti kita membuka jendela menuju alam misteri dengan segala kemungkinan misterius bisa terjadi.

sumber : yabina